Download App
37.32% Kebencian Yang Penuh Cinta / Chapter 53: Dia lagi

Chapter 53: Dia lagi

Dari sisi lain halaman kantor , tanpa disadari oleh Kirana dan Farhan ada seseorang yang mengamati mereka. Ya , Pemilik Perusahaan tempat Kirana bekerja Evan, karena bertepatan dengan datangnya dia, Evan melihat Kirana turun dari mobil dan itu bukan mobil miliknya.

"apa itu mantan suami Kirana?" tanya Evan pada sekretaris nya. "seperti nya begitu pak, karena beberapa karyawan Wanita yang lewat mengatakan bahwa dia mantan suami ibu Kirana karena beberapa bulan lalu dia pernah datang kemari untuk menemui ibu Kirana." jelas Hana.

"sepertinya terjadi sesuatu, ibu Kirana terlihat sedang sedih" tambah Hana. Dan Evan pun dapat melihat hal itu. Evan terkejut ketika melihat Kirana turun dari sebuah mobil asing dan bersama seorang Pria 'Cemburu', tepat nya itu lah yang dirasakannya Evan, tapi melihat ekspresi Kirana yang datar dan memang terlihat sendu, sepertinya dia sedang sedih, dan itu membuat dada Evan semakin nyeri, 'ada apa dengan mu Kirana, seandainya bisa aku ingin memeluk mu dan meminjam kan dadaku untuk tempat mu bersandar' itu batin Evan. Melihat Kirana telah memasuki kantor, Evan pun mengambil langkah cepat untuk menyusul Kirana.

Kirana tiba di depan lift khusus karyawan, namun lift karyawan adalah lift umum tentu akan lama untuk mencapai lobby, dia pun berdiri untuk menunggu lift terbuka, namun dia dikejutkan dengan seseorang merain tangan nya dan menarik nya menuju pintu lift yang berada di ujung , "pak Evan" ucap Kirana kaget, "lewat sini saja lebih cepat" ucap Evan seraya memencet tombol lift. belum sempat Kirana menjawab pintu lift sudah terbuka dan Kirana sudah di tarik kedalam lift tersebut. Lift khusus Direksi memang berbeda ,, lift dibuat khusus hanya untuk C.E.O dan dewan Direksi , kualitas nya pun tentu lebih nyaman, lebih luas, dan tentu lebih cepat.

Kini Kirana berada didalam lift berdua dengan Evan , dan Evan masih memegang tangan nya. Kirana memandang Evan yang berdiri tenang disampingnya , Kirana mencoba melepaskan tangan nya, tapi kekuatan Evan bukan lah nya tandingannya. Evan terlihat tenang dan dengan wajah dingin nya. 'dia lagi, apa sih mau nya pria ini' batin Kirana. Pintu lift pun terbuka Evan melangkah keluar dan diikuti oleh Kirana, namun Kirana menahan langakah nya, bagaimana bisa dia berjalan dikerumanan semua karyawan dengan tangan bergandengan dengan Evan yang seorang big bos di kantor nya. "Pak lepaskan tangan saya" ucap Kirana datar. "ayoo jalan" ucap Evan dingin dan mengabaikan ucapan Kirana. "iyaa pak saya akan jalan tapi , tolong lepaskan tangan saya dulu" Ucap Kirana lagi. Evan paham keadaan nya. Dia pun melepaskan genggaman nya dari Kirana dengan perasaan berat. "bapak duluan saja, Ruangan saya kan kekanan" , ucap Kirana sesopan mungkin. "saya tunggu di ruangan saya dalam waktu 10 menit" ucap Evan dingin, tanpa mendapatkan jawaban Kirana Evan pun berlalu begitu saja dengan langkah nya yang mampu membuat kaum hawa ingin berlari kepelukan nya.

Kirana pun melangkah kan kaki nya menuju ke ruang an nya dengan rasa kesal yang luar biasa.

"arghhhhhhh,,, kenapa sih pagi ini," ucap Kirana sedikit berteriak dia tak paham dengan perasaan nya pagi ini. Tepat setelah Kirana berteriak Lidya masuk, "mba udah datang, tadi saya foto copy mba jadi nggak lihat mba datang" jelas Lidya. "ohh iya, mba mau saya buatkan

minuman?" tawar Lidya seperti biasa. "nggak usah gpp Lidya, saya mau keruangan Pak Evan dulu" ucap Kirana Lemas dan meninggalkan Lidya di ruangannya.


next chapter
Load failed, please RETRY

Weekly Power Status

Rank -- Power Ranking
Stone -- Power stone

Batch unlock chapters

Table of Contents

Display Options

Background

Font

Size

Chapter comments

Write a review Reading Status: C53
Fail to post. Please try again
  • Writing Quality
  • Stability of Updates
  • Story Development
  • Character Design
  • World Background

The total score 0.0

Review posted successfully! Read more reviews
Vote with Power Stone
Rank NO.-- Power Ranking
Stone -- Power Stone
Report inappropriate content
error Tip

Report abuse

Paragraph comments

Login