*Mengapa kau muncul disaat aku mulai melupakan.
*Mengapa tatapanmu, seolah mengatakan bahwa kau rindu.
*Atau hanya perasaanku yang mencoba mengelabuiku.
*Tatapanmu mengingatkanku akan banyak kenangan.
*Kenangan yang sudah kukubur dalam-dalam.
*Kenangan yang ingin kutinggalkan, bahkan ingin ku hilangkan dari ingatanku.
"Daniza... Akbar... Coba bilang opa... ayo bilang O-pa." Ucap Bambang dengan suara yang dibuat imut. Bayi-bayi itu hanya menatap Bambang dengan tatapan bingung. Sesekali terlihat senyuman manis diberikan, membuat hati Bambang semakin luluh melihatnya.
"Pah, kenapa harus opa?" Putri muncul dan melihat ayahnya yang sedang duduk di kursi taman dengan geli. "Kenapa gak kakek?" Ucap Putri, kali ini mengambil Akbar yang berada dalam stroller, dan Akbar tidak henti-hentinya menghentakkan kakinya yang mungil.
Terimakasih untuk yang sudah membaca sampai bab ini.
Jangan lupa untuk dukung saya. caranya.
1. Vote dengan Power Stone.
2. Berikan Review anda.
3. Beritkan Rate bintang lima untuk bab yang sudah dibaca
4. Share Cerita ini pada teman dan keluarga ya.
Terimakasih :)
Find me on IG Sita_eh