下載應用程式
28.57% love story of twins / Chapter 2: "SWEETY"

章節 2: "SWEETY"

Seluruh murid hanya bisa diam sembari menatap kearah tiga gadis yang dikenal sebagai SWEETY

wajahnya yang cantik membuat siapa saja iri melihatnya

sedangkan jira hanya bisa menghela nafas berharap SWEETY sama sekali tidak melihatnya

"aahh.."jerit jira terkejut

sontak semua murid tertawa saat melihat jira yang jatuh

gadis itu hanya bisa diam saat melihat dirinya yang ditertawakan

"mianhae.. aku sengaja melakukannya"ujar jisoo yang menatap sinis kearah jira

Gelak tawa muncul dari kedua temannya

"yaa.. apa yang kalian inginkan?"tanya jira memberanikan diri sembari membersihkan roknya yang sedikit kotor

"kau tanya apa yang kami inginkan?"ujar eun sung sembari terkekeh dsn langsung merampas tas jira membuat gadis itu terkejut dan berusaha merebut kembali miliknya

chae young dan jisoo tidak akan membiarkannya merebut kembali apa yang diambil mereka

"sebaiknya kau diam saja"ujar Jisoo yang langsung mendorong tubuh jira hingga tersungkur dilantai

semua murid menunggu apa yang akan dilakukan sweety padanya

ada beberapa murid yang berbisik dan ada juga yang tersenyum senang melihat adegan dramatis ini

sweety benar benar bisa membuat seseorang dipermalukan

jungkook tersenyum puas saat melihat wajah jira yang hanya bisa diam dengan perlakuan ketiga gadis cantik yang ada didepannya

semua murid terkejut saat melihat eun sung yang menumpahkan isi dari tasnya tepat diatas kepala gadis pendiam itu

gadis itu hanya bisa menghela nafas sembari mengepal kuat tangannya

"apa kau anak berusia 7 tahun yang membawa bekal saat sekolah?"tanya eun sung sembari terkekeh

"kurasa dia tidak punya uang untuk makan siang dikantin"sambung Chae young

jira berusaha menahan air matanya agar tidak turun kepermukaan

baru kali ini gadis itu merasakan diperlakukan tidak adil seperti ini

"Hajima..(hentikan)" ujar seorang pria yang langsung merampas kasar tas jira dari tangan eun sung membuat eun sung terkejut akan perlakuannya

"yaa.. apa urusanmu?"tanya jisoo yang menatap pria familiar didepannya duduk menatap gadis miskin yang baru saja mereka hina

"waahh kenapa yoongi menolongnya?"tanya hoseok heran membuat Jungkook hanya bisa terdiam menatap kearah sahabatnya itu

"gwenchana?(apa lau baik baik saja?"tanya pria yang bernama yoongi itu

perlahan yoongi melepas dasinya menatap wajah jira yang menunduk

pria itu membersihkan mayones yang mengenai wajah gadis miskin yang ada didepannya

jira terkejut akan perlakuan pria baik yang ada didepannya

"jangan menatap ku seperti itu.. nanti kau akan sulit melupakannya"ketus yoongi membuat jira langsung tersadar san buru buru memalingkan wajahnya

yoongi memungut beberapa buku jira yang berserakan dan memasukkannya kedalam tas gadis itu

jira terkejut saat yoongi menarik pelan lengannya membantunya berdiri membuat semua orang hanya bisa kagum menatapanya

jira mengikuti arah yoongi yang membawanya pergi

"yaa.. apa yang yoongi menyukai gadis miskin itu?"tanya Chae young

"nan Molla"(aku tidak tahu)"balas Eun sung yang menatap tajam kearah perginya yoongi dan jira

***

Jira terkejut saat yoongi memberikan kasar tas miliknya

entah kenapa pria itu seperti menunjukkan sifat aslinya

"sebaiknya kau pergi dari sekolah ini.. gadis sepertimu tidak pantas sekolah disini"ketus yoongi membuat jira mematung akan perkataannya

pria itu segera meninggalkannya tanpa wajah bersalah

jira menatap kepergian yoongi yang sama sekali tak menoleh kearahnya berlalu begitu saja

"kenapa ini lebih menyakitkan"batin jira

tak terasa air mata gadis itu mengalir membasahi pipinya

terduduk lemas karna kejadian yang menimpa dirinya

,,,,

Yoongi bersandar disebuah dinding sekolah

ia mengacak kasar rambutnya sembari mengutuk dirinya sendiri

"apa yang kulakukan??"tanyanya menyesali perkataannya tadi

"kuharap dia tidak salah paham"batinnya

"yoongi-ah apa yang kau katakan pada gadis itu baru saja aku melihatnya menangis"ujar hoseok

yoongi menghentikan lemparannya bola basketnya dan menatap kearah hoseok

"aku hanya mengatakan apa yang sebenarnya pantas didengarnya..aku menyuruhnya agar pindah dari sekolah ini karna dia tidak pantss berada disini"jelas yoongi

hoseok hanya bisa terdiam sembari meggeleng pelan kepalanya menatap satu sahabatnya ini

"yoongi-ah bukankah itu menyakitkan?"ujar hoseok

"Anii.. itu pantas untuknya"ketus jungkook membuat Yoongi dan hoseok menatap kearahnya

jungkook langsung beranjak pergi tanpa memperdulikan kedua temannya

hoseok hanya bisa menggelengkan kepalanya setelah mendengar perkataan jungkook

***

"Sweety hanya bisa tersenyum saat melihat jira yang memasuki kelas tanpa menatap ketiga gadis yang baru saja berbuat ulah padanya

"apa kau baik baik saja?"tanya johyun

"anii... aku hanya ingin sendiri"ujar jira yang langsung menghampiri tempat duduknya membuka beberapa buku pelajaran tanpa memperdulikan beberapa pasang mata yang menatapnya

semua murid terkejut saat melihat Taehyung yang tiba tiba tersungkur dengan sudut bibir yang sudah berdarah begitupun dengan jungkook yang sudut bibirnya juga berdarah

jira hanya bisa terdiam menatap jungkook yang menarik kera baju Taehyung dan langsung memukul wajah pria itu

"Hajima.."ujar jimin yang mencoba melerai membuatnya hanya bisa menabrak meja milik jira

"gwenchana?"(apa kau baik baik saja?)tanya jira yang dibalas anggukkan dari jimin

"Hajima.."bentak jira membuat seisi kelas menatapnya begitupun dengan jungkook yang langsung tersenyum sinis kearahnya

jira terdiam saat melihat semua pasang mata menatapnya

melihat jungkook yang melangkah pelan kearahnya membuat gadis itu mundur perlahan

johyun hanya bisa diam saat melihat wajah jungkook yang begitu penuh amarah menatap jira

"kenapa kau menyuruhku berhenti?"tanya jungkook

"apa yang dia lakukan padamu sampai kau membencinya?"tanya jira memberanikan diri

"kau ingin tau?"tanya jungkook kemudian menatap kearah hoseok memberi isyarat pada satu sahabatnya itu

jungkook melemparkan buku bukunya tepat didepan jira membuat gadis itu hanya bisa diam menahan perih saat salah satu buku menyentuh wajahnya

"kerjakan semua tugasku.. sebelum istirahat berakhir kuharap kau bisa mengerjakannya"lirih jungkook yang kemudian beranjak pergi meninggalkan jira yang hanya mematung menatap kepergiannya

jungkook tersenyum dan langsung menarik lengan johyun yang ingin menghampiri jira

kemudian membentak seluruh anak kelas yang berani membantu jira

gadis itu segera memungut buku milik jungkook tanpa memperdulikan seisi kelas yang menatapnya rendah begitupun dengan SWEETY yang tersenyum puas menatapnya

setelah meletakkan buku di kursi jira menatap seorang pria yang menghampirinya

"kenapa kau menolongku?"tanya Pria bernama Taehyung yang merupakan pria terpandai dikelasnya

"aku hanya teringat kakak angkat ku saja"ujar Jira yang menatap taehyung yang kesakitan sembari memegang wajahnya

jira mengeluarkan plester yang ada disakunya

"kuharap ini bisa membantumu"ujar jira memberikan plester pada Taehyung

Taehyung tersenyum saat menatap jira yang langsung duduk di kursi nya

"Dalkomhan sonyeo.."(gadis yang manis)"batin taehyung yang menatap jira yang mulai sibuk mengerjakan tugas jungkook

******

yang baca jangan lupa komen plus vote ya..

author bakal mulai up nih tiap hari..

jadi buat para redears..🙏🏻🙏🏻🙏🏻

vote & komen nya jangan sungkan ya

karna itu paling ditunggu tunggu oleh Author

dan buat para redears yang story nya fan-fic mampir yukk ke story aku ini

siapa tau aja berminat😊😊

sampai jumpa lagi ya redears di Bab selanjutnya..

Next time💕🥰🥰


章節 3: *Tuan Muda*

Taehyung berdiri dengansembari menatap jendela kamarnya

senyum terukir di wajah pria tampan itu mengingat bagaimana kejadian disekolah yang menimpanya

seorang pria berjas hitam masuk ke kamarnya sembari membungkuk hormat pada Taehyung yang membelakanginya

"Tuan muda besok akan ada rapat antar Presdir"ujar pria berjas hitam itu sembari terus menatap lantai

"buat semuanya sangat rapi dan ambilkan city sekolah ku"ujar Taehyung yang di balas anggukkan dari sekretarisnya itu

pria berjas hitam itu pergi setelah membungkuk hormat pada Taehyung

Keesokkan harinya...

para bodyguard Taehyung berjalan cepat menghampiri mobil Taehyung yang baru saja sampai didepan perusahaan Ayahnya

semua orang membungkuk hormat padanya saat pria muda itu turun dari mobilnya dan berjalan pelan memasuki perusahaan milik ayahnya yang diwariskan padanya

beberapa orang berjalan membuntuti langkahnya dan beberapa yang lain dengan siap menjaga jika ada keadaan genting

setelah kematian Ayah dan ibunya Taehyung lah yang mengurus semua urusan Ayahnya pria muda itu sudah berbakat dalam hal berbisnis sedangkan dirinya masih berstatus sebagai seorang pelajar

Tapi itu bukanlah suatu halangan baginya ia bisa menguasai ilmu bisnis hanya dengan beberapa bulan dan berhasil menaikkan harga saham perusahaan setiap tahunnya

Taehyung juga dikenal sebagai Presdir muda yang ramah pada para bawahannya itu membuatnya sangat disegani oleh siapapun yang mengetahui pangkatnya

Pria tampan itu menyembunyikan jati dirinya disekolah

itu karna satu alasan

ia tidak ingin semua orang bergaul hanya karna harta kekayaannya

***

Jira menghela nafas sembari menatap kearah rumahnya

orang tua angkatnya yang tiada hanya bisa meninggalkan rumah ini untuknya dan ia harus bekerja paruh waktu untuk melengkapi kebutuhannya sehari hari

gadis itu seorang diri tapi sama sekali tak membuatnya menderita dan mampu hidup mandiri

menatap kamar pribadinya yang membuat mengingat akan kenangan dulu bersama ibunya yang selalu menemaninya tidur

"eomma.. aku merindukanmu"batinnya

***

Penerbangan yang cukup membuat gadis berambut coklat tua itu menghela napas panjang setelah melihat bandara Incheon kota seoul yang selama ini

Gadis itu teersenyum sembari menunggu antrian turun dari pesawat

"aahh ini seperti 15 tahun saat akuu meninggalkan tempat ini"lirihnya

gadis cantik itu mempercepat langkahnya setelah keluar dari bandara

mencari taksi yang akan ditumpanginya

setelah mendapatkan sebuah taksi gadis itu segera masuk kedalamnya dan tak lupa menyapa sang supir yang tersenyum ramah padanya

gadis itu menatap layar ponselnya menatap dua foto anak kecil yang tersenyum bahagia

"aku merindukanmu"ujar gadis cantik itu sembari mengusap layar ponselnya

kini dirinya larut dalam masa lalunya

mengingat bagaimana dirinya harus terpisah dengan sang adik yang sudah 15 tahun terpisah darinya karena dirinya yang terlebih dulu harus diadopsi dan berakhir tinggal di Amerika meninggalkan kota kelahirannya

setelah sampai di stasiun gadis itu mempercepat langkahnya berharap tiket menuju busan masih tersisa untuknya

senyum terukir diwajahnya karna mendapat sebuah tiket terakhir

ia segera mempercepat langkahnya memasuki kereta yang akan ditumpanginya menuju busan

"hari ini benar benar melelahkan melwlahkan"ujarnya setelah duduk di kursi yang tertera ditiket keretanya

***

jira berjalan pelan sembari memasuki sebuah toserba tempatnya bekerja

menjadi seorang penjaga toserba walau dirinya masih bersekolah itu tidaklah terlalu rumit untuknya

lagi pula dirinya masih bisa belajar saat toserba tidak terlalu ramai

gadis itu menyapa pemilik toserba dengan ramah membuat pemiliknya yang merupakan seorang wanita paruh baya itu tersenyum ramah padanya

"ajjuma.. sepertinya hari ini kau cukup lelah" ujar Jira sembari membantu wanita paruh baya itu melepas seragam yang dikenakan saat bekerja

"Anii.. aku hanya kelelahan saja"balas wanita yang dipanggil ajjumma itu

jira tersenyum saat mendengar perkataan pemilik toserba itu ia segera menghampiri meja kasir

***

Gadis berwajah cantik itu berdecak kesal saat menatap kakak laki lakinya yang meminum susu pisang miliknya

"yaaa.." tegur johyun sembari menepuk punggung kakaknya membuat pria itu terkejut

"apa au tidak melihat aku sedang apa?"tanya jin dengan wajah kesalnya

johyun merampas kasar susu pisang yang ada ditangan jin

seketika wajah gadis itu memerah saat mengetahui bahwa itu sudah kosong

jin hanya bisa tertawa melihat ekspresi adiknya sembari mundur perlahan dan langsung berlari tanpa rasa bersalah

"yaa.. kau harus membelikannya lagi untuk ku"teriak johyun

"Shiro..(tidak mau)"balas jin

"mwo?"

gadis itu segera mengejar kakaknya

"yaa.. Kim seokjin aku akanmembunuhmu" ancam johyun yang membuat jin kembali tertawa

Jin berlari menuj kamarnya dan langsung menutup pintu Kamarnya

johyun mengetuk keras pintu kamar jin membuat pria itu hanya bisa menahan tawanya

"apa kau tidak ingin membukanya?"tanya johyun sembari terus mengetuk pintu kamar jin dengan keras

"anii.."

"jinja..(benarkah?)"ujar johyun yang bertambah kesal

"arasseo.."lanjutnya

"jika oppa tidak membukanya aku tidak akan minum obat"ancam johyun membuat jin langsung membuka pintu kamarnya

"yaa.. apa kau fikir boleh mengancam kakakmu seperti itu?"tanya jin yang hanya dibalas senyum jail oleh adiknya itu

"appo.."ujar johyun sembari mengelus pelan puncak kepalanya saat jin memukul kepala johyun dengan jarinya

"Arasseo.. kita akan beli susu pisang untukmu"ujar jin membuat johyun bersorak senang

johyun tersenyum saat menatap wajah jin

"oppa gomawo.. Anii sebenarnya aku tidak menganggap mu sebagai kakakku bukan kah kita tidak bersaudara"batin johyun

***

Pria berwajah tampan itu mendesah pelan setelah melihat pekerjaan nya yang sudah selesai

sekretarisnya berjalan pelan menghampirinya

"tuan muda.. aku sudah mendapatkan identitas gadis yang kau minta"ujar Sekretaris itu sembari tersenyum ramah

Tahyung tersenyum dan langsung mengambil berkas yang diberikan sekretarisnya

setelah beberapa menit membaca kertas putih itu

Taehyung langsung membuka jas miliknya dn berjalan melalui sekretarisnya yang hanya bisa menahan senyum melihat tuan mudanya yang bersikap aneh

pria itu memasuki mobilnya tanpa seorang pengawal

ia melaju bersama mobilnya menuju lokasi yang baru saja diketahuinya

,,,

"kenapa kau berjalan terlalu jauh?"tanya jin yang langsung menarik pundak johyun agar mendekat kearahnya

"oppa apa kau tidak bisa jauh dariku?"tanya johyun

jin mengangguk

"jika kau jauh itu hanya akan merepotkan ku"tambah jin

"yaa.. " kesal johyun yang langsung memukul dada jin membuat pria itu terkejut sembari menahan tawanya

"waahh... apa kau berlatih karate?"tanya jin sembari mengelus pelan dadanya

johyun hanya bisa diam dan langsung beranjak pergi meninggalkan jin yang tertawa akan dirinya

"yaa... nappeun yeoja!!( hei gadis pemarah )"panggil jin sembari berlari kecil kearah adiknya

_***_

Jira tersenyum saat melihat beberapa barang belanjaan yang diletakkan dimeja kasir

saat ingin menyapa pembeli jira terkejut menatap si penjual yang tersenyum manis padanya

"neo??"ujar jira yang terkejut melihat Taehyung dengan senyum box-nya

"anyeong.."sapa Taehyung

jira segera menarik kursi dan duduk tepat didepan Taehyung

"apa rumahmu didaerah sini?"tanya jira sembari melihat kearah jendela

"Anii.." jawab Taehyung yang mengambil sekaleng cola pemberian jira

"apa kau bekerja paruh waktu?"tanya Taehyung yang dibalas anggukan kecil dari jira

"kenapa?"

"untuk membiayai hidupku"balas jira yang langsung meneguk cola-nya

Taehyung mengangguk saat mendengar jawaban jira

"sepertinya sebentar lagi aku akan segera pulang jadi sebaiknya kau pulang saja"ujar jira sembari tersenyum menatap Taehyung

"aku ingin mengantarmu pulang"

"mwo?" ucap jira terkejut saat mendengar perkataan Taehyung

"aku tidak butuh penolakan"balas Taehyung yang sama sekali tak memalingkan tatapannya pada jira

jira hanya bisa menghela nafas panjang kemudian meninggalkan Taehyung yang masih duduk ditempatnya

jira segera memilih beberapa makanan yang sudah tidak layak jual

sesekali ia memperhatikan taehyung yang masih menunggunya

jira tersenyum menatap pekerjaannya yang sudah selesai

gadis itu melepas seragam yang dipakainya

seorang pria menyapa jira sembari tersenyum

"kau sudah datang"ujar jira yang menatap pria yang akan bertukar jaga dengannya

"siapa dia?"tanya pria berwajah imut itu

jira mengikuti arah pandang patner kerjanya itu

"apa dia pacarmu?"

"anii.."elak jira buru buru

"aku harus segera pulang banyak tugas sekolah yang harus kukerjakan"tambahnya yang langsung beranjak pergi dan menarik lengan taehyung agar ikut bersamanya

"apa yang kau lakukan?"tanya Taehyung

jira hanya bisa tersenyum

"kau bilang ingin mengantar ku pulang?"tanya gadis itu

Taehyung mengangguk pelan

"ayo.."

pria itu hanya bisa menatap heran kearah jira

"sepertinya pria itu benar benar pacarnya"ujar pria yang menatap jira bersama pria lain

_***

Gadis berambut coklat itu hanya bisa menghela nafas saat mengetahui bahwa saudaranya juga sudah diadopsi seperti dirinya

Gadis itu menatap layar ponselnya

"jira-ah.. kau dimana?"

*****

buat para readers jangan lupa vote plus komen ya..

🙏🏻🙏🏻 maaf apa bila ada kesalahan author


Load failed, please RETRY

每周推薦票狀態

>需要升級的字數:15,000字

批量訂閱

目錄

顯示選項

背景

EoMt的

大小

章評

寫檢討 閱讀狀態: C2
無法發佈。請再試一次
  • 寫作品質
  • 更新的穩定性
  • 故事發展
  • 人物形象設計
  • 世界背景

總分 0.0

評論發佈成功! 閱讀更多評論
用推薦票投票
Rank N/A 推薦票榜
Stone 0 推薦票
舉報不當內容
錯誤提示

舉報暴力內容

段落註釋

登錄

tip 段落評論

段落註釋功能現已上線!將滑鼠移到任何段落上,然後按下圖示以添加您的評論。

此外,您可以隨時在「設置」 中將其關閉/ 打開。

明白了