"Aku juga mau, Sayang," Gu Yi tiba-tiba muncul dan merangkul tubuh Fu Xie Lan dari samping.
Melihat sosok itu, Fu Xie Lan memutar matanya jengah.
"Ini untukmu," balas Fu Xie Lan menginjak kaki pria itu.
Sontak Bai Mo dan Bai Xue ingin maju namun dihentikan oleh tatapan tajam Gu Yi, akhirnya keduanya tidak beranjak sedikitpun dari tempat mereka berdiri.
Siapa sebenarnya wanita itu?
Mengapa Lord Gu Yi seolah-olah tunduk padanya?
Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi benak Bai Xue.
"Tega sekali," ratap Gu Yi pada gadis itu.
Bai Xue tercengang mendengar suara sang penguasa itu. Pertama kalinya dalam tujuh ratus tahun telinganya mendengar Lord Gu Yi bersikap seperti itu kepada orang lain.
"Jangan manja. Tubuhmu baik-baik saja," ujar Fu Xie Lan menghiraukan pria itu dan mendekati Xue Ning.
Mendengar ucapan Fu Xie Lan, Gu Yi tersenyum samar. "Apa aku harus terluka terlebih dahulu untuk mendapat sesuatu darimu?" ucapnya kemudian.