Wiryo segera menuju ruang tempat Hendra mendapatkan perawatan. Tetua Djoyodiningrat begitu emosional mendengar mobil yang ditumpangi oleh cucunya mengalami disfungsi rem. Andos dan timnya sedang mencari tahu apakah ini sekedar kecelakaan atau sabotase. Didalam benak Wiryo jelas kejadian tersebut adalah sebuah sabotase, hanya membutuhkan bukti sebagai penguat.
Sesuatu yang membuatnya lebih emosional adalah kepulangan cucunya. Jujur dibalik kecelakaan ini tetua merasakan kebahagiaan mendalam. Sudah 5 tahun semenjak dirinya melakukan barter dengan Hendra (Hendra berkenan menjabat sebagai CEO dengan syarat diberikan kebebasan tinggal diluar rumah induk), cucu laki-lakinya tidak pernah datang ke rumah ini kecuali dipaksa atau terpaksa. Hari ini Hendra berinisiatif untuk pulang. Walaupun kepulangan tersebut dikarenakan kondisinya yang sedang mengalami musibah.
Syarat jadi reader sejati CPA:
Bantu Author mendapatkan Power Stone terbaik ^^
Silahkan tinggalkan jejak komentar
Review bintang 5
Agar Author tambah semangat upload tiap pagi
Cinta tulus kalian yang membuat novel ini semakin menanjak