SATU JAM SEBELUMNYA
"Lepas!!" Nisa masih saja melawan meskipun ia sudah dipisahkan dari Vanylla dan Claire. Dengan kesal dan setengah tenaganya yang masih tersisa, ia menyentakkan pergelangan tangannya yang ditarik oleh salah satu anggota Yakuza itu dengan kasar.
"DIAM!" bentak pria setengah jepang yang memiliki tato diwajah itu. Nisa masih sempat-sempatnya mengerutkan hidung dan menjulurkan lidahnya mengejek. Pria Jepang itu langsung mendelik dan mengancam akan memukul Nisa dengan mengangkat tangannya pada Nisa. Nisa tak takut sama sekali dan sedikit menghindar saja.
Tak seperti saat bulan-bulan awal kehamilannya, Nisa terlihat begitu lemah dan cenderung sakit. Kini Nisa malah jadi lebih kuat daripada sebelum hamil. Ia tak takut sama sekali dan sangat yakin suaminya akan datang menolongnya.
"Jangan macam-macam kamu ya!" hardik pria Jepang itu mengancam Deanisa. Nisa tak perduli dan tetap menatapnya tajam.
"Dasar banci!" umpat Nisa pada pria bertato itu.