ดาวน์โหลดแอป
72.41% Hikikimori Knight / Chapter 21: 21. Yami

บท 21: 21. Yami

"Eh, lu udah dengar kabarnya?"

"Iye, si Knight gila Yami, dia ngalahin Kalamurkha satu lawan satu!"

"Dia main duit sih…"

"Tapi paten kan? Emang gak ada obat itu orang!"

"Gak tahu lagi deh."

"Terus sekarang dewan Rajawali gabung Protector dong?"

"Iya, gila kuat banget Protector sekarang! Guild Battle selanjutnya bakalan seru nih kayaknya!"

Yah, gak butuh lama sampai kabar tentang duel kami tersebar. Bos DeviL juga awalnya emosi karena harus keluar puluhan juta cuma buat satu duel, tapi ngelihat hasilnya, mau gak mau dia senang juga.

Haah, benar-benar pertaruhan gila. Aku tidak bisa membayangkan kalau aku kalah, semuanya kerja keras dan perjuanganku akan berakhir sia-sia. Aku harus bersyukur Kalamurkha menganggap remeh aku, belum tahu dia siapa sponsorku hahahaha…

"Wah di sini dia, si Knight gila. Gimana? Kamu makin terkenal sekarang, pasti asik banget kan?"

White, cewe gila yang menyeretku ke kekacauan ini. Yah, walau bisa di bilang aku memenangkan pertaruhan ini, jadi mau marah juga aku gak bisa.

"Yah, aku emang ngerasain kamu sesuatu sih. Tapi aku gak nyangka kamu akan benar-benar ngalahin si kupret itu. Jujur, kayaknya aku ngefans sama kamu Yam!" Puji White.

Aku kaget juga dapat pujian dari White, orang yang biasanya asal ceplos ini bisa baik juga kadang-kadang.

"Thanks, tapi bukannya lu udah ngefans sama gue dari dulu?"

"Yee, dulu ngefansnya cuma segini, sekarang segitu hahahaha!"

"Bodo ah. Jadi gimana, lu jadi masuk Protector kan?"

"Gak ngelihat bendera guild di atas namaku?"

Oh iya, lambang bendera guild kami terpampang jelas kini di atas nama White di layar, entah kenapa aku sampai tidak memperhatikannya.

"Wah, selamat bergabung deh!"

"Makasih, gak ada hadiah penyambutan nih?"

"Harusnya di ospek lu wkwkwkwkwk."

"Jadi, sekarang kamu mau ngapain lagi Yam?"

"Untuk sekarang main santai aja, sambil bantuin grup om Bacot. Ogah gue main gila-gilaan kayak dulu lagi."

"Hahahaha, butuh Priest jago gak?" Goda White.

"Gak, formasi kami udah pas, gak bisa nambah anggota lagi."

"Yee, mau bantuin kecengan mu ya?"

Wajahku bersemu merah, wah, gosipnya udah kemana-mana ya?

"A-apaan sih? Aku sama Sakura belum ada hubungan apa-apa!"

"Belum kan? Berarti ada rencana buat nanti?"

Haduh, gak tahu mau jawab apalagi deh…

"Terserah lu deh White!"

"Marah nih yeee? Sorry deh, oh ya, aku duluan ya, ada jadwal sore ini. Byeee!"

[White keluar dari game]

"Jadi, yang mana nih?" Kata om Bacot mengagetkan.

"Eh om?! Ngagetin aja. Apaan sih?"

"Itu, kamu pilih Sakura atau White?"

"Ga jelas deh om, beneran…"

"Yah, gue gak tahu sih gimana Sakura aslinya, tapi kalau White, gue bisa bilang dia cakep sih…"

"Om, om bukannya belain adik sendiri kan?"

"Ye, engaklah, beneran ini. Gue ada fotonya kalau lu mau."

Jujur, aku sedikit tertarik, tapi…

"Jangan aneh-aneh deh om. Tar di marahin orangnya gimana?"

"Kalau gue kasih ke elu sih dia gak bakalan marah wkwkwwkwkwk."

"Serius deh om, gue keluar dulu deh, mau istirahat. Tar malam ya kita leveling."

"Wah mau kabur dia, sombong nih mentang-mentang udah level 90!"

"Makanya buruan naik level om, bentar lagi kita mau nyoba ngehajar Raid Neraka Merah kan?"

"Iya-iya cerewet!"

"Duluan om!"

Kutatap layar komputer yang mulai meredup, sebelum akhirnya mati. Hah, akhirnya istirahat juga. Jujur saja, karena sebagian besar tujuanku sudah tercapai, aku tidak begitu memiliki alasan untuk berlama-lama di game. Aku juga sudah menerima gaji mingguan dari guild karena sudah mencapai level 90, sehingga aku tidak perlu farming lagi. Sekarang tinggal membantu anggota grupku mencapai level setinggi mungkin sebelum Raid Guild, menaklukan Neraka Merah, dan kemudian memenangkan Guild Battle!

Sampai beberapa bulan lalu semua itu terasa mustahil, tapi sekarang, tapi sekarang aku adalah Yami, Knight yang mampu menjatuhkan Kalamurkha dalam pertarungan satu lawan satu. Yah, dengan bantuan dari bos DeviL tentu saja, tapi tetap. Kalamurkha adalah salah satu pemain terkuat di server kami yang bahkan menjatuhkan Gladius. Pencapaian yang bisa di bilang besar kan? Walau aku mendapatkan banyak bantuan tapi tetap saja, tetap saja aku menang!

Kemenangan itu sepertinya berpengaruh besar terhadap moodku, saat ini, aku percaya aku bisa melakukan apapun! Kalau Yami seorang Knight biasa yang bermain dengan modal seadanya, bisa mengalahkan Kalamurkha, seorang Black Mage terkuat di server kami, maka bukannya Galih Putra setidaknya bisa kembali mandiri? Hidup dengan mengikutinya kata hatinya?

Yah sepertinya aku harus berterimakasih kepada Sakura, dan walau aku sedikit tidak menyukainya, White juga…

Bergerak melangkah pelan menuju kasur, perlahan ku lirik pegangan pintuku. Ku lirik sedikit jam dinding di kamarku, jam 4.12 sore. Apa aku berjalan-jalan sedikit? Lagipula Dr. Gustian menyarankanku untuk sering-sering keluar kan? Masih ada waktu sebelum misi leveling malam ini, ku rasa aku akan mampir sebentar ke warung bakso yang sering ku datangi dulu. Letaknya tidak jauh dari rumah, hitung-hitung membiasakan diri sekaligus olahraga.

Masih ada sedikit sisa keraguan, tapi kali ini kembali kupaksakan tanganku mengenggam kenop pintu, kemudian memutarnya yakin. Perlahan, ku langkahkan kakiku keluar.

"Kak Galih…?"

Ku toleh ke arah suara itu, adikku Gilang berdiri kaku melihatku. Yah, aku keluar kamar bukan pemandangan yang biasa. Aku memang pernah keluar sebelumnya, tapi saat itu aku tidak bertemu Gilang.

"Yah, kamu apa kabar Lang? Maaf ya selama ini, kakak jalan dulu…" Sapaku lirih.

Adikku tidak menjawab, hanya menatapku heran. Aku pun segera pergi dari suasana canggung itu.

Berjalan di sore hari memang terasa semenyenangkan ini ya? Aku memang masih punya prasangka dan keraguan, tapi ku coba abaikan semua itu. Beberapa tetangga yang bersantai di luar rumah tidak bisa menyembunyikan rasa keheranan mereka melihatku. Wajar, aku harus cepat terbiasa dan mengabaikan semua itu.

~ ~ ~

"Man, bakso spesialnya satu ya! Makan di sini!" Kataku riang.

"Eh iya mas, di tunggu ya."

Wah, bahkan penjaga warungnya sudah ganti ya? Banyak rupanya yang sudah terjadi tiga tahun ini.

Akupun berjalan masuk ke warung bersih itu, melirik kanan kiri mencari kursi kosong. Ah, ku temukan meja sepi di pojokan. Segera duduk, ku habiskan waktu sambil memainkan smartphone jadulku.

"Yam, kita duduk di sini ya?"

Bentar, suara ini…

"Om Bacot?"

Yah, kita sempat bertemu saat om Bacot meminjamkan mouse dan keyboard kepadaku beberapa hari lalu. Jadi sekarang kita sudah saling kenal, jujur aku kaget melihat om Bacot pertama kali bertemu, badannya atletis dan tampilannya rapi, jauh dari kesan gamer kebanyakan.

"Kita duduk di sini Put, eh Lih, kenapa lu manggil gue Bacot? Kita kan udah kenalan kemarin, nama gue Rangga. Lu udah lupa ya?"

"Kan om duluan yang manggil Yami, siapa tuh om? Istri?"

"Hai Yam!" Sapa gadis cantik yang datang bersama om Bacot, jangan-jangan…

"White?"

Gadis itu tersenyum, "Gimana? Cantik kan aku? Awas naksir loh hehehe…"

Yah gak salah lagi, orang ini White.

"Jadi maksud kamu ada jadwal itu?"

"Kita ada urusan sekitar sini, sekalian deh mampir ke warung ini. Kata kak Rangga bakso di sini enak. Eh iya kita belum kenalan, aku Putri. Nama asli kamu Galih kan Yam?"

"Iya…"

Wah, gak kusangka White beneran cantik seperti yang di bilang om Bacot. Sementara itu aku? Cuma keluar make kaos dan celana pendek doang ini!

"Jujur, aku kecewa sih ngelihat tampilan kamu gini Lih, kirain gagah, eh kerempeng heheheh…" Goda Putri.

"Ya sorry, aku sih senang ngelihat kamu. Ternyata aslinya beneran cantik kayak yang di bilang om Bacot."

"Lih, masih aja lu manggil gue Bacot!"

"Hehehe sorry om, kebiasaan…"

Sekilas kulirik Putri, wajahnya memerah. Wah, masa gara-gara pujian kecil tadi? Manis juga dia.

Tak lama bakso kami pun datang, sambil mengobrol kamipun menghabiskan hidangan lezat itu. Gak lama setelah itu, om Bacot dan Putri pun pamit. Aku tidak menyangka keisenganku untuk jajan bakso bisa berakhir menjadi pertemuan menyenangkan seperti ini.

"Eh ya Yam…" Kata Putri sebelum pergi.

"Iya White?"

"Sampai ketemu lagi ya?"

"Iya, sampai ketemu lagi."


next chapter
Load failed, please RETRY

สถานะพลังงานรายสัปดาห์

Rank -- การจัดอันดับด้วยพลัง
Stone -- หินพลัง

ป้ายปลดล็อกตอน

สารบัญ

ตัวเลือกแสดง

พื้นหลัง

แบบอักษร

ขนาด

ความคิดเห็นต่อตอน

เขียนรีวิว สถานะการอ่าน: C21
ไม่สามารถโพสต์ได้ กรุณาลองใหม่อีกครั้ง
  • คุณภาพงานเขียน
  • ความเสถียรของการอัปเดต
  • การดำเนินเรื่อง
  • กาสร้างตัวละคร
  • พื้นหลังโลก

คะแนนรวม 0.0

รีวิวโพสต์สําเร็จ! อ่านรีวิวเพิ่มเติม
โหวตด้วย Power Stone
Rank NO.-- การจัดอันดับพลัง
Stone -- หินพลัง
รายงานเนื้อหาที่ไม่เหมาะสม
เคล็ดลับข้อผิดพลาด

รายงานการล่วงละเมิด

ความคิดเห็นย่อหน้า

เข้า สู่ ระบบ