Cheva menarik tangan Diaz dan sedikit menepi untuk menghindari perkataannya didengar oleh Lian
" Kakak kemarilah! Apakah Spons kering itu akan ikut dengan kita? "
Cheva berbisik dengan mata masih mentaap pada Lian
" Spons kering? Kenapa kamu memanggil dia seperti itu? "
Diaz mengernyitkan dahi heran dengan pangilan Cheva untuk Lian
" Dia susah sekali tersenyum. Mukanya itu seperti spons kering yang bisa retak dengan mudah kalau sedikit saja digerakkan. Bagaimana bisa ada orang yang sama sekali tidak pernah senyum? Sudahlah. Apa dia akan ikut dengan kita? "
Cheva masih bertanya karena Diaz belum memberikannya jawaban
" Tidak. Aku sudah mengajaknya agar dia ikut pergi dengan kita tapi dia tidak mau "
Diaz menjawab dengan sedikit senyum di bibirnya
" Baguslah, jadi aku bisa tetap menjaga konsentrasiku disana "
Cheva berkat dengan acuh tak acuh
" Maksudnya "
Diaz kembali menatap heran dengan apa yang Cheva katakan
" Tidak ada. Ayo pergi sekarang! "
Hallo pembaca sekalian. Terima kasih sudah membaca novel ini.
Cara memberikan ulasan & batu kuasa itu gampang banget!
Di aplikasi, kalian pergi ke informasi novelnya, lalu scroll ke bawah & tekan tombol mengundi.
Untuk ulasan kalian tekan ulasan dibawah tombol mengundi lalu setelah itu tekan tombol bergambar pensil, lalu tulis deh ulasan kalian.
Gampang banget bukan? ;)
Kalian bebas mau kasi bintang berapa, mau kritik dan saran juga boleh