Subuh hari saat terbangun, Sinta melihat orang tuanya tidur di kursi. Ia membangunkan mereka dan mengajak salat subuh. Namun keduanya hanya saling menatap, melempar pandangan aneh. Ardy yang sudah lama tidak pernah shalat dan lupa dengan bacaannya. Berkilah akan salat di mushola terdekat.
"Kenapa Om, adzan subuh kan, kayaknya udah dari tadi kok baru ke masjid," kata Sinta.
"Hehehe, Om kesiangan Sinta," sahut Ardy. Hainya merasa malu ditegur anak tirinya..
"Makanya kalau tidur jangan terlalu malam, jadinya nggak kesiangan salat subuh. Ya udah, aku salat subuh dulu, ayo Ma," ajak Sinta pada Innes.
"Iya Mama mau mandi dulu Kak, seger kayaknya nih mandi pagi." Innes menggeliat menggerakkan badannya ke kiri kanan. Ia merasa pegal karena dihajar habis-habisan oleh Ardy semalam, wajahnya tersenyum tipis.