Kehilangan orang yang paling dicintai merupakan hal menyakitkan bagi siapapun. Sullivan, pria berhati batu yang telah luluh oleh kesabaran dan kebaikan Kanaya. Tengah merasakan sesak yang begitu mendalam pasca ditinggal istrinya.
Tidak ada semangat untuk melanjutkan hidup, ia tidak tahu tujuannya mau melakukan apa. Hidup seperti mempermainkannya, baru saja mendapat kebahagiaan dari hal lain. Tuhan memang tidak pernah adil padanya.
Jika saja tidak ada Kendra yang mengurus perusahaan dan resort miliknya. Sullivan sudah tidak punya apapun untuk bekal di masa tua. Beruntung anak angkatnya itu selalu ada untuk menjaganya. Sehingga saat sekarang dirinya sedang kacau, ia bisa bebas melakukan apapun.
Kenangan demi kenangan selalu menyakiti hatinya. Demi mengusir sakit dalam jiwa yang lara. Sullivan memutuskan meninggalkan ibukota. Setiap sudut kota itu mengingatkannya pada Kanaya, tanpa banyak orang yang tahu bagaimana kisah cinta mereka terbangun tanpa sengaja.