20 Agustus 1962
Kantor Kementerian Keuangan
RM Notohamiprodjo, Wakil Menteri Pertama dan Koordinator Bidang Keuangan dan berperan sebagai Menteri Urusan Perdagangan, Pembiayaan, dan Pengawasan (P3) sedang memperhatikan keadaan ekonomi Indonesia. Selain dirinya, ada juga Soemarno selaku Menteri Urusan Bank Sentral Republik sekaligus Gubernur Bank Indonesia, dan Mr. Arifin Harahap selaku Menteri Urusan Anggaran Negara.
Ada alasan kenapa ketiga menteri ini berada disini. Itu disebabkan karena Pada Masa Kabinet Kerja III terjadi regrouping menteri yaitu penggabungan beberapa menteri dalam satu struktur. Hal ini menyebabkan Bank Sentral menjadi setingkat Kementerian. Di bidang keuangan dipecah menjadi 3 bagian, RM. Notohamiprodjo tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan melainkan sebagai Wakil Menteri Pertama dan Koordinator Bidang Keuangan dan berperan sebagai Menteri Urusan Perdagangan, Pembiayaan, dan Pengawasan. Di bagian lain Arifin Harahap menjabat sebagai Menteri Urusan Anggaran Negara, dan Sumarno menjabat sebagai Menteri Urusan Bank Sentral. Itulah sebab mengapa ketiganya berada disini.
Sementara itu, Arifin Harahap pun mulai mengambil sebuah kertas dan bersiap untuk membacanya.
"Tahun ini, laju inflasi adalah 156%, yang mana meningkat dari tahun lalu 95%. Untuk defisit anggaran tahun ini adalah 39%, meningkat dari tahun lalu 30%."
Dua hal pertama itu sudah cukup untuk membuat ketiganya merasa gelisah dan berkeringat dingin.
"Pengeluaran karena defisit anggaran 97%, menurun dari 134%. PDB Per Capital -3%, turun dari sebelumnya 1.7%, sangat mengkhawatirkan sekali. Sementara NDP menurun dari 407 Miliar ke 403 Miliar. "
Arifin mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sementara Notohamiprodjo memegangi kepalanya yang terasa berat. Mereka tahu pangkal masalahnya, dimana kebanyakan adalah anggaran yang kebanyakan difokuskan ke militer untuk perang melawan separatis dan Belanda, dan tak lupa pula proyek-proyek Mercusuar Soekarno. Namun, mereka tak berani memprotesnya.
Permintaan status ekonomi dipercepat menjadi hari ini dikarenakan mereka membutuhkannya untuk menentukan kebijakan ekonomi yang sesuai, secara Indonesia terputus dari dunia luar kecuali Nugini Belanda.
"Laporan itu sangat memprihatinkan. " Ucap Soemarno.
Ketiganya langsung mulai berpikir keras untuk mengatasinya.
24 Agustus 1962
Kantor Kementerian Luar Negeri
Soebandrio, selalu Menteri Luar Negeri yang mana merupakan satu-satunya cabang di Bidang Luar Negeri/Hubungan Ekonomi Luar Negeri, sekaligus sebagai Wakil Menteri Pertama sedang menatap Duta Besar Soviet, Mikhailov.
"Kami telah kehilangan kontak dengan Moskow, dan saya rasa akan lebih mudah untuk menyebutnya dengan seluruh dunia. Tentu saja, dengan pengecualian Belanda di Nugini. "
"Saya paham. "
"Lalu, saya dengar bahwa mahasiswa yang kalian kirim ke luar negeri kembali semua secara ajaib, apakah saya benar? "
"Apa yang Anda katakan adalah benar. Semuanya telah kembali. "
"Begitu, baguslah untuk kalian kalau begitu. "
Mikhailov melihat ke samping sebentar sebelum kembali menatap Soebandrio untuk melanjutkan pembicaraan.
"Mengenai pasukan Soviet di Indonesia yang berjumlah 3.000 personil Angkatan Laut, 6 kapal selam, dan 30 pesawat termasuk 3 Tu-95, saya berharap agar Indonesia mau menampung mereka dan merawat alutsista-alutsista itu. "
Soebandrio langsung menggelengkan kepalanya.
"Tuan Duta Besar Mikhailov, anda tahu benar kan bahwa ekonomi Indonesia itu sedang tidak bagus. Jadi, kenapa kami harus merawat alutsista-alutsista itu? Jika hanya menampung maka besar kemungkinannya Presiden Soekarno untuk menyetujuinya. "
"Saya, Rulyuk dan Chernobay telah setuju untuk membantu Indonesia setiap saat untuk melindunginya dari ancaman apapun. Dengan imbalan tadi yang telah saya sebutkan tentunya. "
Soebandrio hanya bisa terdiam. Pasukan Soviet jelas sangat terlatih dan profesional. Dia pernah mendengar bahwa kru kapal selamat Soviet melakukan protes ke TNI yang memberikan data yang salah dan tidak akurat selama misi mereka di perairan Nugini. Bahkan, terkadang ada pesawat Belanda yang terbang mengintai mereka sampai mereka, kru kapal selamat Soviet mengira Indonesia telah mengkhianati mereka. Hal itu akhirnya diketahui disebabkan oleh transmisi informasi yang tidak aman oleh pihak Indonesia. Semenjak itu, pelatihan oleh pihak Soviet semakin intensif.
Masalahnya adalah, meskipun tawaran itu cukup menggiurkan, tetapi ekonomi Indonesia sedang sangat kritis sekali.
"Saya harus bertanya terlebih dahulu kepada Presiden Soekarno dan Jenderal Nasution. "
"Terimakasih atas jawabannya. "
Duta Besar Mikhailov langsung berdiri dan meninggalkan kantor. Secara keseluruhan, dia merasa telah melakukan apa yang dia bisa untuk menjamin keselamatan warga negara Soviet. Namun, kemungkinan untuk diterima jelas cukup kecil. Setelah yakin bahwa dia sudah jauh, Soebandrio langsung menghela nafas.
"Ini cukup menyusahkan. "
26 Agustus 1962
Kantor Kementerian Luar Negeri
"Saya juga merasa bingung kawan. " Ucap Soebandrio ke seorang Duta besar negara asing.
"Baiklah. Ini benar-benar tidak baik. "
Duta besar itu adalah Yao Zhongming, Duta besar Republik Rakyat Cina untuk Indonesia. Tentu saja, Soebandrio kenal dekat dengannya, sama seperti Soekarno.
"Sayang sekali bantuan anda tidak akan terlalu kelihatan di dunia Baru yang asing ini. Soviet, kebetulan sekali ada. " Ucap Soebandrio.
"Sayangnya begitu. Jika tahu ini akan terjadi, saya akan mengusulkan pengiriman pasukan ke Komandan Mao supaya hubungan kedua negara semakin erat, tidak hanya ke Soviet. "
"Hahaha, saya hanya bisa berharap ekonomi kami masih dapat bertahan jika itu terjadi. "
"Haha yah. " Yao ikut tertawa kecil.
Ruangan langsung menjadi diam. Soebandrio melihat sejenak ke foto Soekarno yang terpajang dj kantornya itu. Setelahnya, dia mulai berdiri dan mengambil sebuah buku.
"Yah, kenangan indah. " Ucap Yao saat melihat gambar-gambar dirinya di masa lalu.
Yao langsung melihat ke arah Soebandrio.
"Benar sekali. Sangat menyedihkan tidak bisa berkunjung kembali ke tempat-tempat yang pernah kita kunjungi sebelumnya, atau yang ingin kita kunjungi suatu saat nanti namun akhirnya tidak bisa. "
Soebandrio langsung menutup bukunya.
"Saya mengerti. Terutama kalian yang dari negara asing dan ikut terkirim bersama kami. "
Soebandrio sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka yang dari negara asing dan akhirnya malah ikut terjebak disini. Dia dengar kemarin dari obrolan Pegawai Kemenlu bahwa katanya ada kru kapal selam Rusia yang menangis tidak bisa pulang lagi, namun itu tidak bisa diferivikasi karena sumbernya katanya temannya yang kerja di Soerabaja dan dapat dari temannya yang kerja di pelabuhan yang juga katanya temannya yang kerja di bagian pengiriman suplai yang juga katanya dari temannya yang anggota ALRI yang bertugas disana.
Lautan Di Selatan Indonesia
Nampak di udara adalah pesawat Tupolev Tu-16 milik Indonesia yang dikirim untuk melakukan pengintaian di sekitar. Sebuah pesawat strategic bomber milik Indonesia yang sukses menaikkan status Indonesia ke Regional Power se belahan bumi selatan. Dengan ini, Indonesia bisa dipastikan mampu menyerang negara-negara sekitarnya, meskipun jika jatuh 1 maka, akan menjadi pukulan telak bagi Indonesia itu sendiri.
Tugas pertamanya di dunia baru ini adalah melakukan pengintaian. Dan pesawat yang ini mengintai di bagian selatan Indonesia.
Kalender Central, 24 Desember 1639
Ksatria Naga dari Skuadron Naga Terbang Ke-6 Kadipaten Qua-Toyne sedang melakukan tugas patroli dibawah langit biru yang cerah. Hanya awan yang dapat dilihat di langit yang jauh, sehingga jarak pandang disana sangat tinggi sampai-sampai mereka bisa melihat dengan jelas dari jarak yang jauh. Di langit itu, sebuah makhluk yang memiliki sosok gagah sedang mengepakkan sayapnya. Tubuh hitam legam dan ekor tajam. Jika ada orang Bumi modern yang melihatnya, mareka mungkin akan menyebutkan makhluk dari dunia fantasi, Naga. Di atas naga itu, ada seseorang yang memakai armor ringan. Armor itu memiliki desain yang sederhana, tapi itu memiliki fungsionalitas yang menakjubkan.
Maarpatima, seorang Ksatria Naga dari Kadipaten Qua-Toyne sedang menunggangi seekor naga terbang yang disebut Wyvern, dan sedang menjalankan tugas patroli di wilayah timur Kadipaten itu. Bahkan jika dia pergi dari dari arah timur laut ke arah timur dari Kadipaten itu, tidak ada hal lain selain lautan yang membentang luas, tapi karena saat ini mereka sedang berperang dengan Kekaisaran Louria, ada dugaan bahwa mereka mungkin akan melakukan serangan kejutan dari wilayah kosong ini. Sebagai pencegahan agar mereka dapat mendeteksinya dengan lebih cepat, dia dan rekannya terbang di wilayah timur laut Kadipaten untuk melakukan tugas patroli. Lautan yang membentang dibawahnya, ada laut dimana ada tak terhitung jumlah petualang yang sedang berlayar untuk mencari daratan baru, tapi sampai sekarang, tidak ada orang yang pernah kembali.
Tiba-tiba, dia melihat sesuatu.
"Apa itu?"
Dia melihat sesuatu dilangit yang seharusnya tidak ada apapun selain dirinya sendiri.
"Sekutu....?"
Di sebuah tempat yang benar-benar berada diluar jangkauan jelajah dari semua wyvern yang berasal dari Louria, dia menyimpulkan bahwa itu tidak lain adalah wyvern milik sekutu. Namun, dia seharusnya adalah satu-satunya orang yang terbang di atas wilayah udara ini sekarang. Meskipun ada kapal induk wyvern yang disebut Dragon Carrier di Negeri Tiga Peradaban Besar, seharusnya tidak ada satupun kapal seperti itu yang pergi jauh dari peradaban. Objek terbang yang sebesar debu itu, perlahan-lahan menjadi lebih besar, dan kemudian dapat dilihat sepenuhnya. Saat benda itu semakin mendekat, dia memastikan bahwa itu bukanlah wyvern sekutu.
"Dia tidak mengepakkan sayapnya?"
Dia segera menggunakan perangkat sihir komunikasi, atau bisa juga disebut komunikator mana, dan melaporkan situasi itu ke markas.
"Lapor, saya menemukan sebuah objek asing. Akan pergi untuk memeriksanya. Lokasi saat ini...."
Untungnya, tidak ada perbedaan yang terlalu besar pada ketinggian mereka. Untuk melakukan pemeriksaan pada objek asing itu, dia mempersempit jarak mereka.
"Itu sangat besar...."
Dia berpapasan dengan objek asing itu.
Objek itu jauh lebih besar dari pada yang dia bayangkan. Dia tidak mengepakkan sayapnya, tetapi memiliki dua benda berbentuk silinder yang terpasang disayapnya dan berputar dengan kecepatan tinggi. Tubuhnya berwarna putih dan terdapat sebuah cat merah putih berbentuk lingkaran. Dia membuat sayap dari rekan kesayangannya membentang dari satu sisi ke sisi lain dan kemudian mengepak. Tekanan udara menjadi lebih berat karena dia terbang lebih cepat. Hanya dalam beberapa detik dia sudah menempuh jarak yang cukup jauh.... Tapi dia tidak dapat mengejar objek itu. Kecepatan maksimal seekor wyvern adalah 235 km/jam. Mereka dikatakan sebagai hewan tercepat meskipun di Wilayah Tiga Peradaban Besar terdapat jenis yang lebih unggul, tetapi masih lebih cepat dari pada kuda. Tapi, kecepatan penguasa langit itu tidak dapat mengejar objek itu. Dia sama sekali tidak dapat memahaminya, hewan macam apa objek itu.
"Kugh.....!! Apa-apaan itu? Makhluk itu!!"
Dia mengucapkan keterkejutan.
"Markas!! Markas!! Bahkan jika saya ingin memeriksa objek asing itu, perbedaan kecepatannya terlalu besar! Tidak dapat mengejar!! Objek asing itu bergerak menuju Maihark di daratan utama. Saya ulangi. Dia bergerak menuju Maihark."
Ksatria Naga Maarpatima, terpisah dari objek terbang itu.
Kadipaten Qua-Toyne. Markas Skuadron Naga Terbang Ke-6.
Kalmia, di markas operator komunikasi, tidak mempercayai telinganya ketika dia mendengar laporan yang datang dari komana (komunikator mana).
"Saat ini objek terbang asing itu sedang berada di wilayah udara 130km timur laut dari markas, tidak ada gunanya, tidak dapat mengejar!! Objek terbang itu sangat besar dan tidak mengepakkan sayapnya. Kecepatannya jauh melebihi kecepatan kami!!"
"Laporkan kewarganegaraan nya."
Kalmia mempertimbangkan kemungkinan serangan dari Kekaisaran Louria yang sedang berada dalam kondisi peperangan dengan Kadipaten selama beberapa bulan terakhir, jadi dia menanyakan kewarganegaraan objek itu.
"Kewarganegaraan tidak diketahui!"
"Apakah ada kemungkinan bahwa itu adalah seekor naga tua atau yang lainnya?"
"Itu bukan seekor naga tua dan bukan seekor Wyvern milik Kekaisaran Louria. Saya juga tidak tau apakah itu adalah seekor makhluk hidup! Meminta bantuan darurat!"
"Diterima!"
Kalmia segera pergi untuk melaporkan komunikasi itu kepada atasannya, Komandan Markas.
"Objek asing, katamu!?"
Komandan Markas bertanya kepada Kalmia.
"Ya. Kecepatannya jauh melebihi naga dan wyvern milik kita, selain itu, objek itu tidak mengepakkan sayapnya, ini adalah laporan dari Ksatria Naga Maarpatima."
Komandan Markas tidak bisa membayangkan makhluk macam apa yang dapat mengungguli naga. Namun, dia mengingat rumor bahwa ada sebuah negara diantara Kekuatan Besar yang menggunakan objek tidak hidup yang disebut mesin terbang.
"Tidak mengepakkan sayapnya.... Jangan-jangan."
"Objek asing itu bergerak menuju arah Maihark di daratan utama. Dari lokasi laporan, objek itu akan segera tiba di daratan utama."
Kelihatannya objek asing itu sedang bergerak menuju negara mereka dengan kecepatan tinggi. Dia panik karena harus segera mengambil keputusan darurat itu.
"A-Apa katamu!? Luncurkan semua ksatria dari Ksatria Naga Ke-6 yang sedang bersiaga! Jika itu hanya sebuah objek maka kemungkinan besar dia adalah mata-mata, tapi jika saja kita diserang, kebanggaan pasukan kita akan dipertaruhkan!"
Komandan Markas yang kebingungan itu memberikan perintah kepada seluruh markas yang kemudian menjadi sangat berisik seperti sarang lebah.
Objek asing yang tidak dapat dikejar bahkan oleh wyvern dan objek itu sedang menuju ke Maihark, sebuah kota yang merupakan pusat ekonomi milik Kadipaten Qua-Toyne. Dilihat dari kecepatan objek itu, mungkin itu sudah memasuki wilayah udara kota itu. Ada sebuah perintah melalui sihir komunikasi ke seluruh area markas milik Skuadron Naga Terbang Ke-6.
Namun terlambat, objek itu sudah sampai diatas langit Maihark. Suaranya yang berisik seolah langit akan runtuh menyebabkan kepanikan di penduduk yang mana pertama kalinya mereka mendengar suara yang seperti ini. Mereka semua langsung berhamburan, berlari mencari tempat perlindungan.
Disaat Kesatria Naga ke 6 telah sampai, objek itu telah pergi meninggalkan kota Maihark dengan kecepatannya yang tinggi.
Note
1. Pengeluaran karena defisit anggaran
Peningkatan defisit fiskal, secara teori, dapat mendorong ekonomi yang lesu dengan memberikan lebih banyak uang kepada orang-orang yang kemudian dapat membeli dan berinvestasi lebih banyak. Namun, defisit jangka panjang dapat merugikan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi.
2. Net Domestic Product (NDP)
Produk domestik bersih (PDB) adalah ukuran tahunan dari output ekonomi suatu negara yang disesuaikan untuk memperhitungkan depresiasi.