.
.
.
Malam harinya di apartemen Sky Garden, Mu Shenan terlihat memakirkan mobilnya dan bergegas menuju lift yang mengantarkannya menuju lantai teratas gedung itu. Entah mengapa, beberapa hari ini, ia tidak lagi suka tinggal di kantornya atau bahkan tinggal di hotel-hotel miliknya, melainkan ia lebih memilih untuk selalu kembali ke tempat yang dahulu sangat dihindarinya.
Setelah sampai di lantai yang ia tuju dengan langkah cepat, Mu Shenan segera masuk ke dalam apartemen itu hanya untuk mendapati ruangan kosong yang membuat hatinya sedikit merasa kecewa. Dengan perlahan ia kemudian melepaskan jas dan dasinya, lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan di sana, seakan-akan ia sedang mencari sesuatu yang telah dinantikannya. Tetapi ia tidak mendapati sosok yang ia cari.
"Di mana dia?" batinnya dalam hati.