"Dia memuntahkan semua makanan yang masuk hanya dalam 1 detik di dalam perutnya." Jawab Darren sambil melipat kedua tangannya didepan dada, dengan tatapan menghujam Calista tanpa berkedip sedetikpun.
"Perutku mau makan tapi mulutku tidak mau menerima." Calista tertunduk lesu. Darren menghela napasnya. Dia tahu dari berita online yang dibacanya kalau beberapa ibu hamil tidak bisa menerima asupan makanan karena factor hormon. Tapi biar bagaimanapun, Calista harus makan demi anak yang dikandungnya, juga tubuhnya sendiri.
"Hmm, mami coba nanti bawakan vitamin atau susu buat ibu hamil yaa. Untuk sementara ini, kamu makan buah yang mami bawa saja dulu. Kata penjualnya, cocok buat ibu hamil. Kamu mau?" Sara mengangkat parsel buah yang ditangannya ke udara. Mata Calista berbinar melihatnya.
"Mau mi, sepertinya enak. Aku butuh yang seger-seger." Jawab Calista.