Besok paginya, Marysa menagih janji Kathriena yang mengajaknya berkeliling Buitenzorg. Kami segera pergi setelah Holland berangkat ke sekolah. Kathriena sendirilah yang meminta aku untuk tak mengajak Holland. Ia berkata bahwa ia tak mau dibuat repot jika membawa dua anak sekaligus. Sesungguhnya aku merasa bersalah akan hal ini. Hanya saja mau bagaimana pun aku harus tetap menuruti apa yang Kathriena katakan. Jika tidak, mungkin ia akan marah kepadaku.
Kami memulai perjalanan dari pasar, membeli beberapa pakaian untuk Marysa dan juga mainan yang ia inginkan. Namun Kathriena melarang anak itu untuk tak terlalu menginginkan banyak hal karena ia sendirilah yang akan memberikan kejutan kepada Marysa jika anak perempuan itu mampu membuat nilai pelajarannya naik. Marysa sempat murung akan hal itu, tetapi tak lama keceriaannya kembali setelah aku mengajak mereka ke 'S Lands Plantentuin te Buitenzorg. Seharusnya Holland ikut bersama kami karena ia sangat menyukai tempat ini.