Kenan sudah turun dari panggung bersama Qia, ia pun kemudian berbaur dengan para tamu yang lain. Kenan menghampiri beberapa kolega bisnisnya untuk berbas-basi dengan mereka seraya memperkenalkan Qia pada kolega bisnisnya.
Mata Qia tidak sengaja bertemu pandang pada Janu yang sedang menatapnya sedih, ia tahu Janu menyukainya. Namun, ia pun tidak bisa memaksakan hatinya untuk menerima seseorang yang tidak ia cintai. Rasanya pasti tidak akan nyaman jika hanya satu orang saja yang mencintai. Qia pun mengalihkan padangannya pada gadis remaja yang terlihat cantik dengan gaun berwana navy yang melekat di tubuhnya.
"Kak, aku ke sana dulu ya," ucap Qia seraya menunjuk ke arah Janu.
Kenan tidak suka ketika arah Qia ke Janu, "Kita ke sana bersama," ucap Kenan.
"Bapak-bapak, saya permisi dulu ya. Mau menemuia para tamu yang lain," ucap Kenan seraya tersenyum.
"Oh, iya. Silakan," ucap salah satu pria berbadan pendek dengan perutnya yang sedikit buncit.