"Iya, Mbak. Nggak apa-apa," sahut pria itu.
Akhirnya, aku pun memilih untuk keluar dari mobil, sambil berusaha untuk mengumpulkan keberanian. Karena bagaimanapun juga, aku harus bisa untuk menunjukkan diri.
Sesungguhnya di sini aku memilih hak penuh jika pun nanti tak sengaja menemukan sosok Mas Arya yang sedang bersama dengan Mbak Lila. Aku tak perlu cemas atau pun takut, karena yang seharusnya takut adalah mereka berdua. Aku harus bisa mencari tahu alasan mengapa mereka terlalu menunjukkan kedekatan dan keakraban.
Taksi online yang baru saja aku tumpangi akhirnya benar-benar melaju dan pergi, aku memilih untuk berdiri di trotoar jalan, sedangkan di hadapanku berdiri sebuah bangunan restoran, tempat yang tak sengaja kutemukan sosok Mas Arya dan Mbak Lila.
Mengintip dari luar di rasa percuma, aku harus pergi dan masuk ke dalam bangunan restoran itu. Namun, tetap saja, aku merasa ragu dan sedikit takut. Tapi dirasa tak mungkin jika aku harus kembali dana pergi untuk pulang.