Descargar la aplicación
7.06% Akhirnya Aku Kembali / Chapter 19: Kasih Sayang Nyonya Besar Tua

Capítulo 19: Kasih Sayang Nyonya Besar Tua

.

.

.

Pagi hari ini, suasana terasa menyenangkan bagi Nyonya Besar Tua yang telah berusia 80 tahun itu. Sembari bersenandung, ia terlihat telah mempersiapkan semua rencana untuk bersenang-senang dengan cucu menantu yang sangat diharapkannya.

Beberapa pilihan telah ia tulis di atas kertas berwarna putih yang saat ini sedang dipegangnya. Dimulai dari sarapan pagi di bawah pohon maple di belakang rumah, berbelanja di pusat perbelanjaan, menikmati es krim di taman bermain anak-anak, dan juga melihat dancing fountain yang baru diresmikan di pusat kota. Rasanya, semua rencananya itu sangatlah sempurna untuk menikmati kehidupan di usianya yang senja. Sambil tertawa, Nyonya Besar Tua tidak bisa menahan kegembiraannya itu.

"Nenek..." Sebuah suara terdengar dari seorang gadis cantik yang saat ini tengah menuruni tangga metallic yang sangat mewah disana. Sembari tersenyum, ia terus melangkah untuk menghampiri tempat dimana sang nenek saat ini berada.

"Yiyi, ayo kesinilah." ucap sang nenek setelah menepuk sofa empuk yang ada disebelahnya.

Terus melangkah, Shen Yiyi hendak menuju kesana disertai dengan kedua mata yang terlihat menyisir seisi ruangan besar dihadapannya itu seakan ada sesuatu atau bahkan seseorang yang sedang dicarinya.

"Yiyi, apa yang sedang kau cari?" Sang nenek merasa sedikit bingung dengan tingkah cucu menantunya yang sepertinya tidak focus berjalan itu.

Mu Shenan. Ia sedang mencari keberadaan Mu Shenan yang tadi pagi sempat mengancamnya untuk kembali ke apartemen mereka. Tetapi sepertinya, pria itu telah pergi sehingga bayangannya-pun tidak meninggalkan jejak. Sekilas, ada rasa kecewa saat dirinya tidak melihat pria tampan yang pernah dicintainya itu. Tunggu!! Apa yang baru saja ia pikirkan?!

"Oh, tidak Nenek. Tidak ada yang sedang kupikirkan." kilahnya untuk mengelabuhi sang nenek yang dikiranya tidak berpengalaman itu.

"Ha…ha…ha… Mu Shenan sudah pergi dari tadi, jika kau mencarinya." Sang nenek terus tertawa sembari mengajak Shen Yiyi untuk duduk disebelahnya guna membicarakan rencana fantastis yang akan mereka lakukan pada hari ini. Benar. Saat ini, mereka berdua terlihat lebih cocok seperti pasangan ibu dan anak kecilnya yang sangat manis!

Setelah selesai sarapan, mereka berdua saling bergandengan tangan menuju ke sebuah pusat perbelanjaan di kota S yang sangat terkenal. Dengan erat, sang nenek memegang cucu menantunya itu seakan ia sangat bergantung padanya untuk berjalan. Langkah demi langkah mereka lalui, perlahan namun pasti membawa mereka berdua untuk masuk ke dalam gedung penuh warna yang telah menanti kedatangan mereka.

Benar. Nyonya Besar Tua sangat menyukai Shen Yiyi, bahkan rasa sayangnya pada Shen Yiyi lebih besar jika dibandingkan dengan rasa sayangnya pada Mu Shenan, cucu kandungnya sendiri!

Hal ini tentu tidak akan bisa dimengerti oleh siapapun yang tidak pernah merasakan sebuah penyesalan dan rasa kehilangan, selain oleh Nyonya Besar Tua yang telah menghabiskan separuh dari sisa hidupnya dalam sebuah rasa yang disebut dengan 'kesepian'.

"Aiyo.. yiyi.. Cobalah baju-baju ini. Mereka pasti terlihat sangat cantik saat kau kenakan!" kata sang nenek sembari mengambil beraneka-ragam baju cantik yang bergantung disana.

Satu demi satu, semua baju telah ditunjuknya. Dan tanpa persetujuan dari Shen Yiyi, sang nenek telah menyuruh para karyawan untuk membungkus semuanya!

Tidak hanya berhenti disitu saja, setelah selesai dengan outlet baju yang sebelumnya telah menarik perhatiannya, sang nenek kemudian berjalan menuju ke shoe store dimana ia akan membeli dan memilihkan sepatu-sepatu manis untuk menantu kesayangannya itu.

"Nenek... Aku rasa ini terlalu banyak." Shen Yiyi merasa bingung dengan kelakuan sahabat tua-nya itu. Ia bahkan tidak tahu apakah ia harus senang ataukah sedih dengan semua perlakuan ini?!

Saat melihat rona kebahagiaan di wajah Nyonya Besar Tua yang begitu menyayanginya, tiba-tiba sekelebat memori di kehidupan yang lalu kembali terngiang di kepala Shen Yiyi.

Saat itu, Nyonya Besar Tua selalu mendukungnya dalam mengejar Mu Shenan. Ia selalu yakin jika Mu Shenan pasti akan mencintai Shen Yiyi. Namun siapa yang menyangka jika di tahun ke sembilan pernikahan Shen Yiyi dengan Mu Shenan, Nyonya Besar Tua tanpa diduga mendapat informasi tentang semua perlakuan Mu Shenan yang kejam pada isterinya, dan bahkan tentang surat cerai yang dilayangkan pada cucu menantu kesayangannya itu.

Pada waktu itu, Nyonya Besar Tua merasa sangat terpukul dan hancur, hingga ia terkena serangan jantung yang merenggut jiwanya. Mengingat kenangan pahit itu, hati Shen Yiyi seketika terasa seperti dicubit, ia begitu sedih.

Sekarang Shen Yiyi menyadari bahwa kematian Nyonya Besar Tua di waktu lalu adalah karena dirinya! Dirinya yang selalu melibatkan sang Nenek mertua itu di dalam ke-egoisannya untuk mendapatkan Mu Shenan!

Kalau begitu, maka kali ini adalah giliran Shen Yiyi untuk membahagiakan Nyonya Besar Tua dengan sepenuh hatinya, meskipun di masa depan ia tidak lagi menjadi menantu pada keluarga Mu.

Hanya saja, tentang perceraiannya dengan Mu Shenan, mungkin Shen Yiyi harus memberitahukannya secara perlahan sehingga sang nenek tidak akan terkejut seperti sebelumnya.

"Yiyi.. Coba lihat. Bagaimana menurutmu?" Pertanyaan Nyonya Besar Tua seketika menyadarkan Shen Yiyi dari lamunannya.

"Iya.. Nek, Bagus sekali." sahutnya sembari terus menopang pergelangan tangan sang nenek mertua yang terlihat rapuh itu.

Percakapan antara kedua wanita itu bergitu ringan dan ceria, tidak ada kekakuan atau semacamnya. Hubungan mereka mengalir dengan begitu alami, seperti air yang mengalir dari hulu ke hilir, seakan mereka berdua adalah pasangan sahabat yang telah ditakdirkan untuk bersama.

Tanpa mereka sadari, di sudut lain ruangan itu, ada sepasang mata yang terus mengamati interaksi keduanya. Mata itu begitu kelam dan menyiratkan adanya sebuah kebencian yang mendalam!

Ya, dia adalah Wei Yuna!

Wei Yuna sangat tidak menyukai kedekatan Shen Yiyi dengan Nyonya Besar Tua. Dia selalu merasa bahwa seharusnya dialah yang dijodohkan dengan Mu Shenan. Bukankah Wei Yuna lebih tua dari Shen Yiyi? Tetapi kakek Shen malah lebih memilih menjodohkan Mu Shenan dengan Shen Yiyi yang masih terlalu belia! Bukankah ini tidak adil?!

Dengan gigi yang bergemeretak, Wei Yuna tampak terus memandangi kedua pasangan mertua-menantu yang terlihat begitu bahagia itu. Sekilas, muncul rasa iri di dalam dadanya yang mulai tersulut oleh pemandangan di depannya. Rasa iri yang hanya dirasakan oleh Wei Yuna atas semua keberuntungan yang dimiliki oleh Shen Yiyi di dalam kehidupannya.

Benar. Sejak kecil, Wei Yuna selalu menjadi yang kedua dan selalu hidup dalam bayang-bayang sepupu polosnya itu. Tetapi siapa yang menyangka jika ia akan mampu mengelabuhi Shen Yiyi dengan begitu mudahnya. Cih! Terus memandang tajam ke arah Shen Yiyi berada, otak Wei Yuna seakan sedang berputar, berusaha mencari-cari cara untuk menghancurkan wanita itu di masa yang akan datang. Entah itu melalui bantuan orang lain, ataupun dengan kedua tangannya sendiri!

****


Load failed, please RETRY

Regalos

Regalo -- Regalo recibido

    Estado de energía semanal

    Rank -- Ranking de Poder
    Stone -- Piedra de Poder

    Desbloqueo caps por lotes

    Tabla de contenidos

    Opciones de visualización

    Fondo

    Fuente

    Tamaño

    Gestión de comentarios de capítulos

    Escribe una reseña Estado de lectura: C19
    No se puede publicar. Por favor, inténtelo de nuevo
    • Calidad de escritura
    • Estabilidad de las actualizaciones
    • Desarrollo de la Historia
    • Diseño de Personajes
    • Antecedentes del mundo

    La puntuación total 0.0

    ¡Reseña publicada con éxito! Leer más reseñas
    Votar con Piedra de Poder
    Rank NO.-- Clasificación PS
    Stone -- Piedra de Poder
    Denunciar contenido inapropiado
    sugerencia de error

    Reportar abuso

    Comentarios de párrafo

    Iniciar sesión