Hari sudah tidak sepanas tadi siang ketika Naraya dan Sakha datang ke kota. Mungkin karena hari sudah sore, yang dimana matahari sebentar lagi akan berganti peran dengan bulan untuk menyinari dunia ini.
Jalan trotoar pun semakin ramai. Satu persatu manusia mulai memadati jalan seluar dua setengah meter itu. Semuanya tampak sibuk, rata-rata berjalan dengan wajah kelelahan. Tampak begitu jelas mereka baru pulang bekerja, pulang dari segala tumpukan pekerjaan yang memuakkan menuju rumah mereka.
Namun dua wajah itu terlihat begitu kontras dengan wajah-wajah kelelahan di trotoar. Mereka tertawa bahagia. Pipi mereka naik sangking bibir terkembang begitu sempurna bagai bunga yang baru mekar. Tangan yang saling menggenggam itu terayun ke atas, terlihat seperti ayunan yang tengah didorong dengan begitu semangat.