Dean memasuki kamarnya. Dia berjalan dengan langkah gontai, kemudian menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Pria itu terdiam dalam rasa lelah, kesal, sakit hati dan dalam bayang-bayang masalalu.
"Jill ... Clarissa ... Sekarang kalian benar-benar seperti hantu yang bergentayangan di kepalaku. Aku bisa gila jika terus berada di posisi ini," lirih Dean sambil menatap langit-langit kamar, teringat bagaimana dia sering memadu kasih di kamar itu bersama Bryana. Dia tidak bisa memungkiri bahwa dia merindukan istrinya itu, namun bayangan wajah Clarissa yang menangis saat menahan rasa sakit meregang nyawa, membuatnya merasa tidak pantas bahagia, karena Bryana adalah putri Stevan.