Hari ini Panji pergi bareng Reihan jalan-jalan ke sebuah toko perhiasan. Awalnya, dia tidak mau karena ingin pulang dan bertemu dengan keluarga kecilnya di rumah. Tapi karena Reihan sudah meminta tolong dari kemarin hingga harus bertengkar akhirnya baru sekarang dia bisa mengabulkannya untuk menemani Reihan memilih cincin yang cantik untuk Bela di pernikahannya nanti.
"Wah kurang sebentar lagi ya loe akan nikah."Panji duduk di samping Reihan yang sedang menyetir mobil.
"Ya bro. Gue nggak sabar."Reihan tidak bisa menyembunyikan lagi perasaan bahagianya sekarang yang tinggal menunggu detik-detik menuju ke pesta pernikahannya dengan Bela.
"Gue senang lah bisa lihat loe nikah. Jadi loe nggak akan sendirian lagi."ucap Panji dengan perasaan ikut bahagia melihat sahabatnya akan melepas masa lajangnya dan mengikuti jejaknya berumah tangga dengan wanita tercinta.
"Loe itu ya bro. Loe memang menang karena sudah menikah duluan dari gue."ucap Reihan sambil menoleh kearah Panji.