Desy datang bak membawa kematian bagi hakqi, dengan gugup bercampur senyum yang terpaksa hakqi berkata,
"mau makan ?",
"ga mau", balas desy
"marah sama kakak ?", ucap hakqi,
"ga tau", balas desy,
"mau minum ?", balas hakqi,
"iya", jawab desy sambil marah,
"oh haus ternyata hahaha", balas hakqi dengan tertawa,
desy pun hanya diam sembari menahan tawanya, lalu hakqi pun berkata pada ibu kantin,
"buk pesan es teh ya 2, agak cepet ya buk, soalnya sebelah saya hati nya lagi panas luar biasa buk", ucap hakqi sambil tertawa,
desy pun menatap hakqi dengan wajah yang geram dan mata melotot, akhirnya hakqi pun diam dengan keringat yang muncul di mukanya sambil tertawa, "hehehe",
selesai minum hakqi berkata,
"adek kenapa diem, nahan BAB ya ?", ucap hakqi,
desy pun dengan wajah tanpa dosanya mencubit hakqi dengan penuh cinta,
"emmmmm, nikmatnya terasa sampai kehati", ucap hakqi pada desy yang mencubit pinggangnya,
lalu hakqi berkata lagi,
"adek kok cubit - cubit kakak, kan jadi enak cubitannya, terus adek kok marah - marah, kan yang harusnya marah kan kakak, soalnya sakit deeeek",
lalu desy pun berkata "oh iya ya kebalik, tapi kakak tipu - tipu adek tadi, jadi adek cubit",
"oh iya yah, tapi kan udah dicubit jadi lepasin dong sayang ku", balas hakqi,
"oh iya yah, tapi masih mau cubit jadi gimana ?", ucap desy,
"tapi kan sakit dek, nanti kakak nangis", balas hakqi,
"kan kakak yang nangis bukan adek", jawab desy,
"oh iya yah, kakak lupa, tapi sakit bener dek", ucap hakqi yang menahan sakit dengan wajah yang memerah,
"kan gak percaya, kakak yang sakit dicubit bukan adek", ucap desy,
lalu hakqi berkata, "hanya tuhanlah yang tau, betapa besar sakit yang ku alami",
kemudian desy tertawa dan berkata,
"hahaha iya iya nih udah adek lepas cubitannya",
"iya sih dek di lepas cubitan di pinggang kanan, tapi kok di cubit lagi sih dipinggang kiri", ucap hakqi sambil menahan sakit.
kemudian hakqi bertanya lagi,
"gimana di terima gak cinta kakak ?",
"oh yang itu ya kak", ucap desy,
"iya kakak suka sama adek, jadi apa jawabannya ?", ucap hakqi,
lalu desy pun pergi dengan senyuman namun seolah - olah iya tak mendengar ucapan hakqi,
dan berjalan sambil berkata,
"aku .....