Setelah selesai makan ayam mati di kf*, hakqi pun mengantar desy pulang, tapi tidak kerumahnya melainkan ke hotel ast*n, lalu hakqi bertanya "kenapa mau di antar kesini ?",
"aku mau rapat dulu kak, soalnya ayahku seorang direksi perusahaan ini, dan aku sebagai wakil direktur disini", jawab desy,
"oh gitu, ya sudah, kamu jangan lupa makan ya dek", balas hakqi,
setelah mengantar desy, hakqi pun pulang ke kos - kosannya, sambil tiduran dia membayangkan senyuman manis desy yang masih membekas di pikirannya, kemudian hakqi berkata "andaikan ia benar - benar jadi milikku"....
Tepat pukul 22:30, terdapat pesan masuk di WA si hakqi, ya dari desy, kemudian hakqi membuka pesan itu yang bertuliskan,
"maaf kak, baru bisa ngabarin, ini adek sudah di rumah, udah selesai mandi dan mau tidur",
lalu hakqi membalas pesan singkat dari desy,
"tidurlah sudah malam, jangan memikirkan aku, aku takkan menghilang, kecuali kamu yang mengiinkan itu, sebab aku telah mencintaimu",
kemudian hakqi mengetik satu pesan lagi yang bertuliskan,
"aku akan mengirim surat, dan akan aku selipkan di dalam sebuah paket yang berisi sebuah majalah, bacalah nanti, kuharap kamu akan membalas pesanku, dan semoga kamu menyukainya"...
"iya kak, aku tunggu paketnya, selamat tidur pangeranku", balas desy dengan harapan cinta,
setelah pesan singkat malam itu, hakqi kemudian menghilang, tidak bisa di kontak, tidak bisa dilihat, misterius, seolah - olah dia menghilang di telan bumi,
"kak hakqi dimana kamu ?, aku rindu", kata desy di dalam hatinya,
1 mei 2019,
hari - hari dilewati dengan sangat sepi bagi desy, ia sendiri ditengah keramaian, namun baginya seolah dunia terasa sunyi, namun semua itu berubah saat iya mendapatkan sebuah paket yang bertuliskan,
"dari hakqi, untuk desy",
dengan rasa rindu yang besar, desy langsung membuka paket itu lalu menemukan majalah yang hanya ada sampulnya saja dan 2 buah surat yang bertuliskan angka 1 dan 2, lalu dibacanyalah surat angka 1 itu yang bertuliskan,
"maaf membuatmu menunggu, sebenarnya aku tak mau pergi meninggalkan banyak rinduku padamu, namun itu kulakukan agar kita dapat bertemu kembali.
kamu sehat kan ?, sudah makan ?, jawab saja dalam hatimu sebab aku tak bisa mendengarnya lewat surat,
sekali lagi maaf telah menitipkan rasa rindu yang menggebu - gebu padamu, mungkin kamu bertanya lagi kemana aku, tapi aku hanya mencari uang agar dapat bertemu denganmu, jangan tanya lagi hal ini, cukup kamu tau bahwa aku mencintaimu",.....
dengan senyum yang melegakan dan membuat sedikit rindu yang besar itu lepas, desy pun membuka surat ke 2 yang bertuliskan,
"mungkin kamu akan bertanya, mengapa hanya ada sampul majalahnya ?, lalu dimana isi majalahnya ?, pertanyaan ini akan ku jawab dengan kata maaf, karna aku tak mau kamu membaca majalah itu, jadi kusobek isi majalahnya agar kamu hanya fokus pada suratku, tertawalah bila ini lucu, cukup sulit bagiku memikirkannya, karna rasa humorku tak lebih besar dari rinduku padamu,
jadi, apakah engkau mau jadi pacarku ?",...
berikan komentar dan ulasannya ya teman - teman, karna ini sangat berharga bagi saya.